Maknai Hari Sumpah Pemuda ke 91, Generasi Muda Tana Toraja Dicerahkan Melalui Dialog Kebangsaan

Published by admin on

Tribratanews.tanatoraja.sulsel.polri.go.id – Berbagai cara dan kegiatan yang dilakukan dalam mengisi Hari Sumpah Pemuda ke 91 selain dari melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tentunya.

Di kab. Tana Toraja, selain dari melaksanakan upacara peringatan, Hari Sumpah Pemuda juga di isi dengan kegiatan launching sebuah terobosan baru yaitu penyediaan internet / WiFi gratis di seputaran kolam Makale, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Dialog Kebangsaan.

Launching internet/WiFi gratis merupakan terobosan dari Pemkab. Tana Toraja dalam hal ini Diskominfo.

Sementara itu, kegiatan Dialog Kebangsaan lebih dikemas dalam bentuk pencerahan dari para pemimpin kepada generasi muda sebagai generasi pelanjut.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Julianto P. Sirait SH SIK selaku bagian dari unsur Forkopimda, di daulat sebagai pembicara setelah Bupati Tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae.

Pada gilirannya, AKBP. Julianto P. Sirait SH SIK lebih menekankan kepada membangun generasi muda melalui cinta kasih dari orang tua.

Julianto P. Sirait SH SIK, menyoroti kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya, yang membiarkan si anak hidup dalam keluh kesahnya sendiri dan membiarkannya mencari sendiri tempat mengadu diluar dari lingkungan keluarga yang pada akhirnya justru terjerumus pada hal hal negatif yang merugikan dirinya sendiri.

Dicontohkan olehnya, banyaknya kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang saat ini sedang di tangani oleh polisi maupun yang sudah di limpahkan ke kejaksaan.

” Dari 49 kasus asusila terhadap anak dibawah umur, pada umumnya terjadi karena kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua terhadap anak “. Urai Julianto P. Sirait.

Melalui kesempatan sebagai pembicara, Julianto P. Sirait menghimbau kepada setiap orang tua untuk lebih memperhatikan anak anak kita sendiri, lebih mau mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan mau bertanya kepada mereka apa yang telah mereka lakukan hari ini.

Lanjutnya lagi, perkembangan media sosial di jaman sekarang seharusnya menjadi sarana yang baik menuju kemajuan, namun pada kenyataannya, media sosial menjadi sarang ujaran kebencian, kata kata binatang terus di umbar, penyabaran berita bohong (hoax), untuk itu Julianto P. Sirait mengajak kepada generasi millenial untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Diakhir pencerahannya, Kapolres Tator mengutip sebuah fiolosofi, ” Jangan pernah bertanya apa yang telah negara berikan padamu, tetapi tanyakanlah pada dirimu apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *