MAKALE SELATAN – Guna mengantisipasi perluasan dampak bencana alam di tengah musim kemarau, jajaran personel Polsek Makale yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Bartholomius B., S.H. bergerak cepat melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bertempat di kawasan pegunungan bebatuan Lingkungan Santung, Kelurahan Tosapan, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai wujud kehadiran aktif dan pelayanan prima Polri di tengah masyarakat untuk melindungi keselamatan jiwa, harta benda, serta mencegah kobaran api merembet ke kawasan permukiman warga setempat.
Kebakaran yang melanda lahan pegunungan dengan vegetasi semak belukar dan pepohonan liar tersebut diperkirakan mencakup area seluas kurang lebih 1 (satu) hektare. Titik api baru ini diduga kuat muncul kembali akibat sisa bara api dari peristiwa kebakaran sebelumnya pada Senin (19/10/2026) lalu yang belum sepenuhnya padam di bagian atas gunung, dengan jarak sekitar 300 meter dari lokasi awal.
Dalam proses penanggulangan karhutla tersebut, Kapolsek Makale bersama personel Bhabinkamtibmas Aipda Marthen Rerung, S.H. dan Aipda Samsir Alik bahu-membahu dengan warga sekitar menerapkan beberapa langkah taktis di lapangan:
- Pemadaman Manual di Medan Sulit: Mengingat kondisi akses medan berupa pegunungan bebatuan yang terjal dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan pemadam, petugas bersama masyarakat menerobos lokasi secara berjalan kaki untuk memadamkan kobaran api terbuka secara manual menggunakan alat seadanya.
- Lokalisir Jalur Permukiman: Memprioritaskan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik api yang mengarah ke wilayah hunian masyarakat guna memastikan perumahan warga tetap aman dan terisolasi dari dampak kebakaran.
- Penyisiran Sisa Bara Api: Pasca-padamnya api terbuka pada titik yang dapat dijangkau, petugas melakukan penyisiran menyeluruh di area sekitar untuk mencari sisa bara yang tersembunyi guna memastikan tidak ada potensi api yang menyala kembali.
- Koordinasi Tanggap Dini: Membangun pos koordinasi komunikasi dengan pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat agar segera melapor jika mendeteksi adanya asap atau titik api baru.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Arwansa, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi dan berpesan agar seluruh elemen masyarakat, instansi penanggulangan bencana, serta personel kepolisian senantiasa menjaga soliditas, meningkatkan disiplin kerja, dan bersama-sama memelihara situasi kamtibmas yang kondusif. Kapolres menekankan bahwa kesiapsiagaan jajaran Polsek dalam merespons kebakaran lahan di musim kemarau ekstrem ini sangat vital untuk menekan fatalitas bencana, sehingga stabilitas lingkungan, kenyamanan hidup, dan aktivitas perekonomian warga di Tana Toraja dapat terus berjalan secara aman, tertib, lancar, dan penuh kedamaian.
Berkat kerja keras dan gotong royong
TNI-Polri bersama masyarakat di lapangan, seluruh kobaran api pada titik yang dapat diakses berhasil dijinakkan secara total. Peristiwa ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, serta kawasan perumahan penduduk dilaporkan tetap aman. Pasca-pemadaman, situasi di lokasi Lingkungan Santung secara keseluruhan berada dalam keadaan yang aman, terkendali, dan kondusif.
0 Comments