Bhabinkamtibmas Polsek Sangalla Mediasi Perkelahian Antar Pelajar, Berakhir Damai Secara Kekeluargaan

Published by Admin 1 on

Tana Toraja – Sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di wilayah binaannya melalui pendekatan problem solving.

Hal tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sangalla Polres Tana Toraja, Aipda Zaiful Rahman, Aipda Eli Buranda, dan Bripka Geny Putra S., bersama Kanit Reskrim Polsek Sangalla Aipda Meyer, yang memediasi penyelesaian permasalahan perkelahian antar pelajar SMP Negeri 1 Sangalla dan SMP Kristen Sangalla, pada Selsa (28/7/26).

Mediasi yang berlangsung di Mapolsek Sangalla turut dihadiri para guru dari kedua sekolah, para pelajar yang terlibat, serta orang tua masing-masing siswa. Perkelahian tersebut sebelumnya terjadi di Lembang Kaero, Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja.

Kapolres Tana Toraja AKBP Budi Hermawan, S.I.K., mengatakan bahwa penyelesaian permasalahan melalui pendekatan problem solving merupakan salah satu langkah yang terus dikedepankan Polri dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang selalu hadir di tengah masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas juga berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan setiap persoalan secara humanis dan mengedepankan musyawarah sehingga tercipta solusi yang dapat diterima oleh semua pihak,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Sangalla IPTU Armon menjelaskan bahwa dalam proses mediasi, seluruh pihak yang terlibat dihadirkan, mulai dari para pelajar, orang tua, hingga guru dari kedua sekolah, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara terbuka dan kekeluargaan.

“Kami mengedepankan penyelesaian masalah melalui pendekatan problem solving dan restorative justice, khususnya terhadap pelajar. Melalui mediasi yang melibatkan orang tua, guru, dan pihak kepolisian, kami berharap kedua belah pihak menyadari kesalahannya, tidak mengulangi perbuatan serupa, serta dapat kembali menjalin hubungan yang baik. Kami juga mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter anak agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar IPTU Armon.

Setelah diberikan pemahaman dan pembinaan oleh Bhabinkamtibmas, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai dan kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Sebagai bentuk komitmen, para pelajar membuat dan menandatangani surat pernyataan damai serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak di luar jam sekolah. Selain itu, pihak sekolah diharapkan terus memperkuat pengawasan dan pembinaan karakter siswa guna mencegah terulangnya kejadian serupa serta mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *